PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION KELAS VII-6 SMP NEGERI 1 N

KARYA TULIS

PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK )
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
KELAS VII-6 SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN
KABUPATEN SAMOSIR

OLEH :

MUARAPUTRA SINAGA, SPd.
NIP 400 061 298

SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN
NAINGGOLAN-SAMOSIR

HALAMAN PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang berjudul :

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
KELAS VII-6 SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN
KABUPATEN SAMOSIR

Di Susun Oleh :
MUARAPUTRA SINAGA, S.Pd
(Guru SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN)

Disetujui pelaksanaannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Nainggolan , November 2009
Kepala Sekolah

TAMBOR HUTABARAT, S.Pd
NIP. 131 263 228
DAFTAR ISI

Halaman judul ……………………………………………………………………………..
Lembar Persetujuan ……………………………………………………………………..
Daftar Isi …………………………………………………………………………………..
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang ……………………………………………………………..
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………
1.3 Tujuan Penelitian ………………………………………………………….
1.4 Manfaat Hasil Penelitian ……………………………………………….
BAB II Kajian Pustaka Dan Rencana Tindakan
2.1 Minat …………………………………………………………………………..
2.2 Belajar ……………… ………………………………………………………..
2.3 Model pembelajaran Group Investigation ………………………..
BAB III Metode Penelitian
3.1 Setting Penelitian ………………………………………………………….
3.2 Persiapan Penelitian ………………………………………………………
3.3 Siklus Penelitian …………………………………………………………..
3.4 Pembentukan Instrumen ………………………………………………..
3.5 Analisa dan refleksi ………………………………………………………
BAB IV Hasil Penelitian……………………………………………………………….
BAB V Kesimpulan
5.1 Kesimpulan ………………………………………………………………….
5.2 Saran …………………………………………………………………………..
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………..
Lampiran-lampiran………………………………………………………………………..
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sampai sekarang pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkontruksikan di benak mereka sendiri. Dalam proses belajar, anak belajar dari pengalaman sendiri, mengkonstruksi pengetahuan kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Melalui proses belajar yang mengalami sendiri, menemukan sendiri, secara berkelompok seperti bermain, maka anak menjadi senang, sehingga tumbuh minat untuk belajar, khususnya belajar Sejarah.

1.2 Rumusan Masalah
Apakah model pembelajaran group Investigation (menemukan secara berkelompok) dapat meningkatkan minat belajar Sejarah bagi siswa ?

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah agar siswa meningkatkan minatnya dalam belajar Sejarah; sehingga siswa memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap yang positif.

1.4 Manfaat Dan Hasil Penelitian
1.4.1 Siswa : Siswa termotivasi sehingga senang belajar Sejarah dan dapat memperoleh pengalaman belajar.
1.4.2 Guru : Dapat menambah wawasan tentang strategi pembelajaran.
1.4.3 Sekolah : Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
1.4.4 Pengembangan Kurikulum : Merupakan upaya penyempurnaan Kurikulum

BAB II
KAJIAN PUSTAKA DAN RENCANA TINDAKAN

2.1 Minat
Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981). Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami; Sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan. Perubahan kelakuan ini meliputi seluruh pribadi siswa; baik kognitip, psikomotor maupun afektif. Untuk meningkatkan minat, maka proses pembelajaran dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami apa yang ada di lingkungan secara berkelompok.

2.2 Belajar
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. (Hamalik Pemar : 2001) Menurut pengertian ini belajar merupakan suatu proses yakni suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Yang menjadi hasil dari belajar bukan penguasan hasil latihan melainkan perubahan tingkah laku. Karena belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku, maka diperlukan pembelajaran yang bermutu yang langsung menyenangkan dan mencerdaskan siswa.
Suasana kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan mencerdaskan siswa itu salah satunya dapat tercipta melalui model pembelajaran Group Investigation.

2.3 Model Pembelajaran Group Investigation ( Sharan, 1992 )
Model adalah representasi realitas yang disajikan dengan suatu derajat struktur dan urutan (Richey, 1986). Group investigation adalah penemuan yang dilakukan secara berkelompok: murid/ siswa secara berkelompok mengalami dan melakukan percobaan dengan aktif yang memungkinkannya menemukan prinsip.
Langkah-langkah pembelajaran Group Investigation :
1. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
2. Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
3. Guru memanggil ketua-ketua untuk satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi
4. Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif
5. Setelah selesai diskusi, lewat juru bicara, ketua menyampaikan hasil pembahasan kelompok
6. Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
7. Evaluasi
8. Penutup
Model pembelajaran Group Investigation ini membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara materi yang yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Dengan model pembelajaran ini minat belajar siswa meningkat dan hasil pembelajarannya diharapkan lebih bermakna bagi siswa.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Setting Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas VII-6 SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN yang berlokasi di Jalan Pelajar No. 01 Sirumahombar-Nainggolan Kabupaten Samosir. Jumlah siswa 40 orang, dengan latar belakang sosial ekonomi yang heterogen.
3.2 Persiapan Penelitian
Untuk memperlancar pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, kami telah mempersipkan instrumen dan penilaian.
3.3 Siklus Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini menggunakan dua kali siklus, yaitu
3.3.1 Siklus pertama yang meliputi :
A. Pendahuluan
Mempersiapkan konsep materi yang akan dijadikan bahan pembelajaran yaitu :
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan kehidupan pada masa prasejarah di
Indonesia
Indikator : – Menjelaskan penemuan fosil manusia prasejarah
- Mengidentifikasi penemuan fosil manusia zaman prasejarah di Indonesia
- Mengidentifikasi lokasi penemuan fosil manusia prasejarah di Indonesia
B. Langkah Utama
1). Guru membagi siswa dalam 4 kelompok
2). Guru menjelaskan maksud pembelajaran yaitu mengamati bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba zaman prasejarah di Indonesia secara berkelompok.
3). Masing-masing kelompok mengamati dan mendiskusikan materi sesuai dengan tugasnya secara kelompok.
1. Kelompok 1 mengamati gambar : bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba Pithecanthropus Erectus.
2. Kelompok 2 mengamati gambar : bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba Homo Wajakensis.
3. Kelompok 3 mengamati gambar : bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba Meganthropus Paleojavanicus.
4. Kelompok 4 mengamati gambar : bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba Homo Sapiens.
4). Setelah selesai diskusi, ketua kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok.
C. Langkah Penutup
Guru memberikan penilaian kepada kelompok-kelompok siswa yang melakukan pengamatan dan diskusi itu.
3.3.2 Siklus kedua menunggu refleksi siklus ke-1
3.4 Pembentukan Instrumen
Untuk mendapatkan data yang valid dan akurat dari siswa, guru/kolaborator meneliti menggunakan instrumen berupa :
a. Catatan yang meliputi “ Persiapan, pelaksanaan dan penelitian “
b. Lembar evaluasi
c. Lembar Observasi
d. Angket
3.5 Analisa Dan Refleksi
Data yang dicatat tiap langkah meliputi :
a. Data hasil pemahaman materi belajar
b. Data hasil minat belajar dalam melaksanakan tugas mengamati bentuk dan ciri-ciri fisik fosil manusia purba zaman prasejarah di Indonesia secara berkelompok dan diskusi
Data di atas dianalisis secara berkala setiap langkah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil yang sebenarnya berdasarkan tujuan kegiatan belajar mengajar ( KBM ) yang hendak dicapai.

BAB IV
HASIL PENELITIAN

Model pembelajaran Group Investigation ini masih asing bagi siswa kelas VIII-6 SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN, karena belum pernah . Tahap awal praktek peneliti agak banyak menjelaskan pada siswa tentang cara belajar di lapangan untuk memperoleh pengalaman belajar; seperti bagaimana menggunakan alat-alat, bagaimana mencatat hasil penelitian, membuat kesimpulan, berdiskusi dan menyampaikan hasil pembahasan (mempresentasikan). SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN belum mempunyai laboratorium yang memadai, sehingga siswa kurang diadakan praktikum. Setelah siswa dianggap cukup untuk memahami model pembelajaran Group Investigation, selanjutnya pembelajaran diberikan pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan berikutnya ( 2 jam pelajaran )
1). Disajikan dan dijabarkan KD hingga siswa memahami akan apa yang akan dipelajari
2). Menginterpretasikan materi pelajaran yang akan dijabarkan.
3). Menata indikator sesuai dengan kelompok-kelompoknya.
4). Membentuk kelompok
5). Memonitor seluruh tugas siswa
6). Mendiagnosa kesulitan siswa
7). Melakukan penilaian
Angket siswa terhadap pelajaran Sejarah
 Diberikan sebelum memulai pembelajaran.
Hasilnya : Kurang berminat
 Observasi aktivitas guru dalam perencanaan sangat baik, sedangkan dalam pelaksanaan diperoleh hasil baik
 Observasi minat siswa dalam belajar diperoleh hasil cukup baik.
Refleksi I
Dari data observasi minat siswa dalam belajar Sejarah diperoleh hasil cukup baik, hal ini disebabkan karena dalam membuat laporan dan mempresentasikan hasil penemuannya kurang terbiasa.
Refleksi II
Dari data observasi minat siswa diperoleh hasil baik, hal ini karena siswa sudah lancar dan mulai senang.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas VII-6 SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN dengan menggunakan metode pembelajaran Group Investigation ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus pertama belum bisa mencapai hasil seperti yang diharapkan, karena siswa masih belum terbiasa. Setelah ada motivasi maka pada pelaksanaan siklus kedua ada perubahan yang sangat berarti ke arah yang sangat baik. Siswa sudah menunjukkan peningkatan minat dalam belajar Sejarah.
5.2 Saran
Sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, maka peneliti memberikan saran yang berkaitan dengan usaha peningkatan minat belajar bagi siswa sebaiknya menerapkan model pembelajaran Group Investigation.

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiriatmaja,Rochiati. Metode Penelitian Tindakan Kelas
2. Silberman, Melvin. Active Learning
3. Depdiknas. Dirjen Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.Pendekatan Konstektual, 2002
4. Supeno, Bambang. Statistik Terapan Dalam Penelitian Ilmu Sosial dan Pendidikan
5. I Nyoman S. Degeng. Teori Pembelajaran Dan pembelajaran, 2001.
6. Standar Kurikulum 2004, Jakarta. Depdiknas

LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMP : SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Semester : VII (tujuh)/ 1 (satu)
Standar Kompetensi : 1. Memahami Lingkungan Kehidupan Manusia
Kompetensi Dasar : 1.1. Menjelaskan kehidupan pada masa prasejarah di
Indonesia
Indikator : – Menjelaskan penemuan fosil manusia prasejarah
- Mengidentifikasi penemuan fosil manusia zaman prasejarah di Indonesia
- Mengidentifikasi lokasi penemuan fosil manusia prasejarah di Indonesia
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

A. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu untuk:
• Menjelaskan penemuan fosil manusia prasejarah
• Mengidentifikasi penemuan fosil manusia zaman prasejarah di Indonesia
• Mengidentifikasi lokasi penemuan fosil manusia prasejarah di Indonesia
B. Materi Pembelajaran
• Penemuan fosil manusia prasejarah
• Penemuan fosil manusia zaman prasejarah di Indonesia
• Lokasi penemuan fosil manusia prasejarah di Indonesia
C. Metode Pembelajaran
Bermain dan pemberian tugas melalui ICT
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
• Apersepsi guru menunjukkan gambar fosil Homo wajakensis (hal 15) dan menanyakan kepada peserta didik pengertian dari fosil.
• Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi.
2. Kegiatan Inti
• Peserta didik mencari artikel mengenai asal usul manusia beserta gambar fosil manusia prasejarah dan membuat rangkuman dari artikel yang telah didapatkan Rangkuman dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
• Bermain “Siapakah aku?” dengan menebak gambar/foto manusia prasejarah yang ditemukan di Indonesia.
• Peserta didik ditugaskan untuk menjawab serta menunjukkan lokasi penemuan fosil manusia purba di Indonesia.
3. Kegiatan Penutup
• Menarik kesimpulan materi.
• Peserta didik mengerjakan Uji Kompetensi pilihan ganda dan isian (Uji Kompetensi hal 19 – 20).
E. Sumber Belajar/ Bahan/ Alat
• Kurikulum KTSP dan perangkatnya
• Pedoman Khusus Pengembangan Silabus KTSP SMP VII –
• Buku sumber Sejarah SMP VII – (hal 11 – 22)
• Peta konsep
• Laptop
• Buku-buku penunjang yang relevan
F. Penilaian
• Portofolio dalam bentuk rangkuman dari artikel internet mengenai asal usul manusia beserta gambar fosil manusia prasejarah.
Rubrik Penilaian
Indikator Nilai kualitatif Nilai kuantitatif Deskripsi (Alasan)
Kesesuaian rangkuman dengan isi artikel
Rangkuman dilengkapi dengan gambar fosil manusia prasejarah
Kualitas rangkuman
Kerapian rangkuman
Nilai rata-rata
Komentar

Nilai Kualitatif Nilai Kuantitatif
Memuaskan 4 > 80
Baik 3 68 – 79
Cukup 2 56 – 67
Kurang 1
• Tes Tertulis Uji Kompetensi pilihan ganda dan isian (Uji Kompetensi hal 19 – 20)

Nainggolan, November 2009
Mengetahui
Kepala SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN Guru Mata Pelajaran

TAMBOR HUTABARAT, S.Pd MUARAPUTRA SINAGA, S.Pd
NIP. 131 263 228 NIP. 400 061 298

One thought on “PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION KELAS VII-6 SMP NEGERI 1 N

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>